Kamis, 15 Desember 2011

TRANSPORTASI UMUM & FASILITAS TRANSPORTASI


KERUSAKAN PERMUKAAN JALAN

1.      Jelaskan sebab-sebab yang dapat mengakibatkan kerusakan pada jalan ?
Jawab :
a.       Lalu lintas  yang dapat berupa peningkatan beban kendaraan yang melewati jalan yang tidak sesuai dengan berat rencana dan repetisi beban.
b.      Air, dapat berasal dari hujan, sistem drainase jalan yang tidak baik mengakibatkan genangan sehingga perekat aspal lama kelamaan akan renggang dan menyebabkan pelepasan butiran pada jalan dan naiknya air dengan sifat kapilaritas
c.       Material kontruksi perkerasan, dapat disebabkan karena sifat material atau sistem pengolahan yang tidak baik
d.      Iklim, curah hujan yang tinggi dan suhu udara yang panas dapat menyebabkan kerusakan jalan
e.       Kondisi tanah dasar yang tidak stabil
f.       Proses pemadatan di atas lapisan tanah dasar yang kurang baik
2.      Sebutkan jenis-jenis kerusakan pada perkerasan lentur ?
Jawab :
a.       Retak (Cracking)
b.      Distorsi (distortion)
c.       Cacat permukaan (disintegretion)
d.      Pengausan (polished aggregate)
e.       Kegemukan (bleeding or flushing)
f.       Penurunan pada bekas penanaman utilitas (utility cut depression)
3.      Jelaskan penyebab terjadinya retak pinggir pada jalan raya dan menurut kmu cara perbaikan yang dilakukan ?
Jawab :
Penyebab terjadinya retak pinggir:
-          Tidak baiknya sokongan dari arah samping
-          Drainase jalan kurang baik
-          Terjadinya penyusutan tanah / settlement di bawah daerah tersebut
-          Akar tanaman yang tumbuh di tepi perkerasan
Perbaikan yang dlakuakn
-          Mengisi celah dengan campuran aspal cair dan pasir
-          Perbaikan drainase
-          Bahu jalan diperlebar dan dipadatkan
-          Jika pinggir perkerasan mengalami penurunan, elevasi dapat diperbaiki dengan mempergunakan hotmix
4.      Apakah yang perlu ditentukan dalam mengevaluasi kerusakan pada badan jalan ?
Jawab :
-          Jenis kerusakan  jalan
-          Tingkat kerusakan
-          Jumlah kerusakan\
5.      Sebutkan jenis-jenis distorsi dan penyebab umum terjadinya distorsi?
Jawab :
Jenis-jenis distorsi antara lain :
-          Distorsi alur terjadi pada lintasan roda sejajar dengan as jalan
-          Distorsi keriting merupakan yang terjadi melintang jalan
-          Distorsi sungkur merupakan deformasi plastis yang terjadi setempat, ditempat kendaraan berhenti, kelandaian curam dan tikungan tajam
-          Distorsi amblas terjadi setempat dengan atau tanpa retak
-          Distorsi jambul terjadi setempat dengan atau tanpa retak
Penyebab umum terjadinya distorsi
-          Lemahnya tanah dasar
-          Pemadatan yang kurang pada lapis pondasi
6.      Sebutkan penyebab terjadinya amblas pada badan jalan dan sebutkan pula cara perbaikan jika jalan terjadi amblas ?
Jawab :
Penyebab terjadi amblas
-          Badan kendaraan yang melebihi apa yang direncanakan
-          Pelaksanaan yang kurang baik
-          Penurunan bagian perkerasan dikarenakan tanah dasar mengalami settlement
Perbaikan yang harus dilakukan
-          Untuk amblas yg < 5 cm, bagian yang rendah di isi dengan bahan sesuai, seperti lapen, lataston, laston
-          Untuk amblas yang >5 cm, bagian yang amblas dibongkar dan lapis kembali dengan lapis yang sesuai
7.      Sebutkan penyebab terjadinya kerusakan retak kulit buaya pada badan jalan ?
Jawab :
-          Bahan perkerasan yang kurang baik
-          Pelapukan permukaan
-          Tanah dasar / lapisan perkerasan dibawahnya kurang stabil
-          Bahan lapis pondasi dalam keadaan jenuh air
8.      Apakah yang menyebab kan kerusakan distorsi alur pada badan jalan dan bagaimana cara perbaikan kerusakan jalan tsb?
Jawab :
Penyebab terjadinnya distorsi reetak pada jalan
-          Lapisan perkerasan yang padat, dengan demikian terjadi penambahan akibat repetisi beban lalu lintas pada lintasan roda
-          Campuran aspal panas dengan stabilitas rendah dapat menimbulkan deformasi plastis
Perbaikan yang di lakukan
-          Memberi lapisan tambahan dari lapis permukaan yang sesuai
9.      Sebutkan penyebab terjadinya keriting pada badan jalan  ?
Jawab :
-          Rendahnya stabilitas campuran yang berasal dari terlalu tingginya kadar aspal, terlalu banyak menggunakan agregat halus, agregat berbentuk bulat
-          Lalu lintas di buka sebelum perkerasan mantap (untuk perkerasan yang mempergunakan aspal cair)
10.  Sebutkan penyebab terjadinya retak refleksi pada badan jalan dan bagai mana cara penanggulangan atau perbaikan jika jalan mengalami kerusakan tersebut ?
Jawab :
Penyebab terjadinya retak refleksi
-          Ratak pada perkerasan lama tidak di perbaiki secara baik sebelum Overlay dilakukan
-          Gerakan vertikal / horisontal di bawah lapis tambahan sebagai akibat perubahan kadar air pada jenis tanah yang ekspansif
Perbaikan yang di lakukan
-          Mengisi celah dengan campuran aspal cair dan pasir untuk retak memanjang, melintang dan diagonal
-          Membongkar dan melapis kembali dengan bahan yang sesuai retak berbentuk kotak

 
PEMELIHARAAN JALAN KOTA
1.      Jelaskan  pengertian dari Pemeliharaan jalan ?
Jawab :
-          Pemeliharaan jalan adalah penangan jalan yang meliputi perawatan, rehabilitasi, penunjangan dan peningkatan sesuai dengan PP 26 tahun 1985 tentang jalan
2.      Ada beberapa pelaksanaan survei yang di lakukan pada jalan sebutkan dan jelaskan ?
-          Survey pendahuluan adalah survey awal guna mendapatkan informasi yang di perlukan dalam penentuan langkah-langkah selanjutnya seperti : survey geometrik , sruktur, kondisi jalan, pemanfaatan jalan, lalu lintas, dll
-          Survey infentarisasi adalah di maksudkan untuk mendapatkan data-data teknis dan non teknis jalan kota.
-          Survey lalu lintas adalah dimaksudkan untuk mendapatkan data lalu lintas yang meliputi data volume, komposisi kendaraan, frekuensi kendaraan dan arah perjalanan
-          Survey kecepatan kendaraan adalah untuk memberikan informasi kecepatan perjalanan kendaraan
3.      Hal – hal apakah yang di perhatikan dalam melakukan survey pada jalan ?
Jawab :
-          Kekasaran permukaan
-          Lubang – lubang
-          Retak – retak
-          Alur
-          Amblas

4.      Hal apakah yang perlu di perhatikan pada saat melakukan survey kondisi drainase ?
Jawab :
-          Saluran samping : ada / tidak ada , tersumbat / tidak tersumbat , teratur / tidak teratur, memadai / tidak memadai
-          Sambungan  : ada / tidak ada, rata / tidak rata, rusak / baik
-          Jalur pejalan kaki : ada / tidak ada , rata / tidak rata, rusak / baik.
-          Tepian / kereb : ada / tidak ada , rusak / baik
-          Bahu : terlalu tinggi / sama tinggi / terlalu rendah, miring / tidak rata, diperkeras / tidak diperkeras
5.      Sebutkan hal-hal yang dapat mengganggu aktifitas atau peranan jalan ?
Jawab :
-          Berjualan di trotoar dan di perkerasan
-          Bongkar muat barang atau menurun/naikan penumpang di sembarangan tempat
-          Pemberhentian angkutan umum di luar daerah yang di tentukan
-          Tidak memadainya jalan ke luar/masuk dari tempat parkir atau terminal
6.      Sebutkan lapisan-lapisan yang digunakan untuk perkerasan kaku ?
Jawab :
-          Lapis antara tanah dasar dan lapis permukaan di gunakanlapis pondasi bawah agregat dengan pengikat semen
-          Lapis permukaan yang berupa slab beton semen
7.      Jelaskan  pengertian dari Pemeliharaan jalan ?
Jawab :
Peningkatan jalan adalah penangan jalan guna memperbaiki pelayanan jalan yang berupa peningkatan struktural dan atau geometriknya agar mencapai tingkat pelayanan yang di rencanakan
8.      Jelaskan apa yang di maksud dengan pemeliharaan rutin ?
Jawab :
Pemeliharaan rutin adalah penangan yang di berikan hanya terhadap lapis permukaan yang sifatnya untuk meninkatkan kualitas berkendaraan (riding Quality), tanpa meningkatkan kekuatan struktural, dan dilakukan sepanjang tahun.
9.      Jelaskan apa yang di maksud dengan pemeliharaan berkala /
Jawab :
Pemeliharaan berkala adalah pemeliharaan yang dilakukan terhadap jalan pada waktu – waktu tertentu (tiidak menerus sepanjang tahun) dan sifatnya meningkatkan kemampuan struktural.
10.  Sebutkan sistem jaringan jalan yang ada di dalam kota ?
Jawab :
-          Sistem jaringan jalan primer
-          Sistem jaringan jalan sekunder
11.  Jelaskan perbedaan sistem jaringan jalan primer dengan sistem jaringan jalan sekunder ?
Jawab :
Sistem jaringan jalan primer disusun mengikuti ketentuan pengaturan tata ruang dan struktur pengembangan wilayah tingkat nasional yang menghubungkan antar kota sesuai dengan hierarkinya.
Sistem jaringan jalan sekunder di susun berdasarkan struktur kota yang ada dengan mengikuti ketentuan pengaturan tata ruang kota yang menghubungkan kawasan – kawasan yang mempunyai fungsi primer dan sekunder sesuai dengan hierarkinya.


12.  Sebutkan klasifikasi jalan menurut fungsi jalan tersebut ?
Jawab :
-          Arteri primer
-          Arteri sekunder
-          Kolektor sekunder
-          Lokal sekunder
13.  Sebutkan klasifikasi jalan menurut fungsinya dan pihak yang bertanggung jawab pada masing-masing jalan tersebut ?
Jawab :
1.      Kategori jalan nasional (Arteri primer dan Kolektor primer yang menghubungkan ibu kota propinsi ) di rencanakan oleh Mentri PU , dilaksankan oleh Mentri dan di biayai dari anggaran APBN dan / BLN
2.      Kategori jalan propinsi (Kolektor primer yang menghubungkan ibu kota propinsi ke kota kabupaten/kotamadya dan kolektor primer yang menghubungkan kota kabupaten kotamadya) di rencanakan oleh Mentri PU di laksanakan oleh PEMDA TK I dan di biayai dari anggaran APBD I / PJP dan atau BLN
3.      Kategori jalan Kabupaten (Kolektor primer di luar KPI – KP3) di rencanakan oleh Mentri PU di laksanakan oleh PEMDA TK II  dan di biayai dari anggaran APBD II / IPJK (Kab) dan atau BLN
4.      Kategori jalan Kotamadya (Kolektor sekunder dan lokal sekunder) di rencanakan oleh PEMDE TK II dan di laksanakan pula oleh PEMDA TK II dan di biayai dari anggara APBD II / IPJK (Kota) dan atau BLN


14.  Sebutkan lapisan-lapisan perkerasan pada perkerasan jalan lentur ?
Jawab :
-          Lapis pondasi bawah
-          Lapis pondasi atas
-          Lapis permukaan
-          Lapis aus
15.  Pada Jenis perkerasan lentur terdapat beberapa lapisan untuk lapisan paling bawah lapisan pondasi bawah jenis material apa yang dapat di gunakan sebutkan ?
Jawab :
Lapis pondasi bawah, dapat berupa tanah yang distabilisasi (semen, kapur, aspal, dan bahan kimia), lapis pondasi bawah agregat, dan lapis pondasi bawah agregat beraspal (laston bawah /ATSB)
16.  Sebutkan Lapisan-lapisan perkerasan pada perkerasan jalan kaku ?
Jawab :
-          CTSB  (Lapis pondasi bawah aggregat dengan pengikat semen
-          Slab beton semen
17.  Jelaskan tujuan dari perhitungan biaya konstruksi ?
Jawab :
Tujuan dari perhitungan biaya konstruksi adalah untuk mmengetahui dana yang harus dikeluarkan dalam rangka penyusunan program pemeliharaan jalan.
18.  Data-data apa saja yang di perlukan sebelum melakukan perhitungan biaya ?
Jawab :
-          Hitung volume pekerjaan untuk masing-masing item pekerjaan berdasarkan gambar teknis
-          Cari harga satuan pekerjaan dengan mangacu kepada harga satuan pekerjaan setempat atau harga satuan pekerjaan dari kontrak terakhir proyek di sekitarnya
-          Kalikan harga satuan pekerjaan dengan volume pekerjaan untuk mendapatkan biaya konstruksi
-          Untuk menghitung dana yang diperlukan maka tambahkanlah biaya perencanaan teknis (dalam hal masih diperlukan), biaya supervisi, dan biaya administrasi proyek ke dalam biaya konstruksi.
-          Bila dana proyek bersumber dari APBN maka nilai proyek yang ada di kalikan faktor 1.1 (untuk memasukan nilai PPN 10%)
19.  Jelaskan perbedaan antara data sekunder dan data primer ?
Jawab :
Data primer adalah data yang di dapatkan dengan cara melakukan survey langsung di lapangan
Data sekunder adalah data yang di daptkan dengan tidak melakukan survey lapangan, namun berupa pengumpulan data dari instansi-instansi yg terkait
20.  Sebutkan tahap penyusunan program dalam perencanaan jalan /
Jawab :
-          Konfirmasi klasifikasi fungsi jalan
-          Identifikasi permasalahan jalan
-          Survey detail jalan
-          Skala prioritas
-          Penentuan tebal perkerasan
-          Perkiraan biaya
-          Jadwal penanganan .

Kamis, 03 November 2011

KETERKAITAN DESA – KOTA


KETERKAITAN DESA – KOTA

Desa, atau udik, menurut definisi universal, adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa, sedangkan di Kutai Barat, Kalimantan Timur disebut Kepala Kampung atau Petinggi.
Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri.
Pengertian "kota" sebagaimana yang diterapkan di Indonesia mencakup pengertian "town" dan "city" dalam bahasa Inggris. Selain itu, terdapat pula kapitonim "Kota" yang merupakan satuan administrasi negara di bawah provinsi. Artikel ini membahas "kota" dalam pengertian umum (nama jenis, common name).
Salah satu isu pembangunan yang sangat mengemuka sejak tahun 1950-1960 an adlh masalah polarisasi desa – kota yang terus melebar terutama dinegara-negara yang sedang berkembang dan isu tentang peran kota terhadap pedesaan. Pada era itu pesan kota dan desa dipertanyakan, apakah lebih bersifat sebagai parasit (Siregar, 1964 dalam Ernand hal:314)
Teori Lewis menjelaskan bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan moderenisasi pembangunan dibutuhkan adanya “Trnsfer Surplus” dari sektor usaha pedesaan ke perkotaan. Jika di lakukan berlebihan dengan berbagai transfer sumber daya (eksploitasi) oleh perkotaan akan mengakibatkan menurunnya potensi desa berkembang.
Pendapat mengenai terjadinya backwash efect dan akumulasi manfaat di perkotaan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satu sebab lainnya yang menyebabkan keterbelakangan pedesaan adalah akibat pedesaan terkjebak terlalu terspesialis pada suatu komoditas pertanian atau sumber daya alam (overly-specialized single crop or natural resource ekonomies) untuk melayani perkotaan.
Migrasi penduduk merupakan fenomena umum yang mencerminkan keterkaitan antar wilayah, termasuk keterkaitan desa dan kota. Migrasi dari desa ke kota merupakan fenomena yang sudah menjadi tradisi di semua negara yang sedang berkembang maupun negara yang sudah maju sekalipun. Misalnya di Eropa migrasi besar-besaran dari desa ke kota pada saat terjadi revolusi industri, Industrialisasi yang berlangsung di perkotaan menyarap tenaga kerja dari pedesaan melalui mekanisme migrasi dari desa ke kota.
Fenomena migrasi adalah bentuk respon dari masyarakat karena adanya ekspestasi meningkatkan kesejahteraan msyarakat yang bermigrasi. Dengan kata lain, migrasi desa-kota akan terus berlangsung sepanjang terjadi kesenjangan perkembangan desa-kota. Akibat kosentrasi pertumbuhan yang secara spasial hanya terbatas di kota-kota metropolitan utama saja, sehingga kapasitas kota dalam menampung dan menyediakan lapangan kerja, fasilitas, dan berbagai bentuk pelayanan menjadi sangat terbatas. Hal ini menyebabkan kota-kota besar tujuan migrasi mengalami over-urbanizati, yakni proses urbanisasi dengan laju melebihi kapasitas kota penampungannya. Akibatnya perkotaan banyak mengalami mangalami penyakit-penyakit urbanisasi ( kongesti, pencemaran hebat, permukiman kumuh dll). Sehingga pada akhirnya kota dan desa terjebak dalam hubungan yang saling memperlemah, bukannya hubungan yang saling memperkuat (reinforcing each other).
Pembangunan Berimbang dalam Prekspektif Keterkaitan Desa – Kota
Dalam perspektif urban rural lingkage, lingkage  dapat diartikan sebagai bentuk keterkaitan baik berupa flow (Aliran) dan interaksi (interaction) yang dapat terjadi antara desa dan kota. Banyak pihak telah mencoba untuk menginventarisasi bentuk-bentuk lingkage, seperti:
1.      Lingkage dicerminkan oleh perpindahan orang dan migrasi, aliran barang, aliran jasa, aliran energi, financial transfer (dapat melalui trade ,taxes dan state disbursements), transfer aset serta informasi (Preston, 1975 dalam Hernand, 2011).
2.      Linfkage dapat dikelompokan menjadi hubungan fisik, ekonomi, teknologi, population movement, sosial, Service delivery dan berbagai hubungan-hubungan politik (Rondinelli, 1985 dalam Hernand, 2011).
3.      Menurut Douglass (1998), Keterkaitan desa dan kota setidaknya dapat dideskripsikan dalam 5 bentuk keterkaitan atau aliran utama, yakni : (1). Orang/penduduk (2) produksi (3) komoditas (4) modal (5) informasi.
Upaya Perbaikan Keterkaitan Desa – Kota
Berbagai konsep dan strategi pembangunan telah ditawarkan untuk memperbaiki keterkaitan desa-kota. Jaawaban dari permasalahan keterkaitan desa kota terletak dalam bentuk-bentuk interfensi pembangunan yang harus dilakukan oleh pemerintah. Selanjutnya bentuk-bentuk kebijakan seperti apa yang diperlukan untuk mengatasi kesenjangan dan perbaikan keterkaitan desa dan kota ?
Terjadinya akses kota terhadap desa dapat lebih dominan daripada akses orang desa terhadap kota dan mengarah  pada hubungan yang eksploitatif. Akses kota yang dominan mengeksploitas desa, inilah yang membuat masyarkat suku baduy tidak membuka akses mereka keluar. Karena mereka khawatir terjadinya kasus di atas. Misalnya, jalan yang dibangun sedemikian rupa sehingga orang kota akan mudah mengakses daerah tersebut untuk mencari tanah yang akan dialifungsikan menjadi lokasi vila atau sebagai sasaran investasi.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Prinsip dan Praktek Perencanaan 
17 Juni 2011 oleh Todd Litman Victoria Transport Policy Institute


ABSTRAK
‘Visi tanpa rencana hanyalah mimpi. Sebuah rencana tanpa visi hanya membosankan. Tapi visi dengan rencana dapat mengubah dunia. – Peribahasa’
Perencanaan yang efektif memperhitungkan perspektif yang beragam dan rekening dampak, yang memungkinkan pembuat keputusan untuk mengidentifikasi dan menerapkan cara yang paling efektif untuk mencapai tujuan.
KATA PENGANTAR

Perencanaan adalah profesi yang mulia tapi kurang dihargai. Perencana membantu masyarakat membuat pilihan mereka masa depan - perencanaan yang baik membuat kemajuan menuju surga sementara perencanaan yang buruk meninggalkan warisan masalah dan perselisihan.
Menurut Harvard University Profesor Daniel Gilbert (2006), spesies manusia terbesar dan kemampuan yang paling unik adalah untuk membayangkan dan mengantisipasi benda-benda dan episode yang saat ini tidak ada, yang , untuk merencanakan masa depan. Itulah kekuatan kita individual dan kolektif. Perencana adalah pelatih.
perencana sering menerima sedikit rasa hormat. Keberhasilan kami yang diambil untuk diberikan, dan kita sering disalahkan karena kegagalan di luar kendali kita.
Stakeholder sering terus perencana pribadi bertanggung jawab ketika tidak puas dengan hasil. Perencana memerlukan keterampilan diplomatik dan kulit yang tebal: jika kita melakukan pekerjaan kita dengan baik kita dikritik kira-kira sama oleh semua pihak.
PENGENALAN
Perencanaan mengacu pada proses memutuskan apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya.
Peran mereka adalah untuk menciptakan logis, sistematis proses pengambilan keputusan yang menghasilkan tindakan terbaik.
Meskipun didasarkan pada hal duniawi, perencana membantu membina sebuah komunitas yang terdalam aspirasi, seperti cinta, harapan dan keindahan. Perencana menerjemahkan tujuan teoritis ke tindakan yang spesifik. Perencanaan adalah sebuah seni serta ilmu. Hal ini membutuhkan penilaian, sensitivitas dan kreativitas. Perencanaan sering berkaitan dengan di-antara isu dan begitu membutuhkan persepsi apa artis sebut ruang negatif (spasi antara objek). Sebagai contoh, arsitek berkaitan dengan desain bangunan sementara perencana prihatin dengan spasi antara bangunan. Demikian pula, perencana bertanggung jawab untuk mengintegrasikan berbagai sistem transportasi komponen (trotoar, fasilitas parkir, jalan masuk, jalan, terminal, pelabuhan, dll). Mereka membuat sambungan antara lembaga yang berbeda, sektor dan yurisdiksi. Akibatnya, perencana harus berkolaborasi dengan kelompok kepentingan yang beragam.
PRINSIP PERENCANAAN
Perencanaan yang baik membutuhkan proses metodis yang jelas mendefinisikan langkah-langkah yang mengarah pada yang optimal solusi. Proses ini harus mencerminkan prinsip-prinsip berikut:
·         Komprehensif - semua pilihan penting dan dampak yang dianggap.
·         Efisien - proses tidak perlu membuang-buang waktu atau uang.
·         Inklusif - orang yang terkena rencana memiliki kesempatan untuk terlibat.
·         Informatif - hasil dipahami oleh stakeholder (orang yang terkena keputusan).
·         Terpadu - individu, keputusan jangka pendek harus mendukung strategis, tujuan jangka panjang.
·         Logis - setiap langkah mengarah ke yang berikutnya.
·         Transparan - semua orang yang terlibat memahami bagaimana proses beroperasi.
Suatu prinsip perencanaan yang baik adalah bahwa individu, keputusan jangka pendek harus mendukung strategis, tujuan jangka panjang. Hal ini memerlukan evaluasi komprehensif dan negosiasi untuk membantu orang menerima solusi yang mungkin terlihat sulit dan mahal dalam jangka pendek.
Perencanaan yang baik adalah wawasan, komprehensif dan strategis. Perencana harus berusaha untuk benar-benar memahami masalah, bukan hanya perspektif tunggal atau manifestasi. efektif perencanaan membutuhkan dengan benar mendefinisikan masalah dan mengajukan pertanyaan kritis.
Perencana harus berusaha untuk memahami faktor-faktor yang akan mempengaruhi masa depan
Perencana harus mengelola arus informasi, termasuk mengumpulkan, mengorganisir dan distribusi (Litman, 2006). Perencana harus mengantisipasi pertanyaan dan memberikan informasi yang akurat dan dimengerti informasi, menggunakan informasi visual (peta, grafik, tabel, dll) dan sesuai contoh. Meskipun proses perencanaan adalah idealnya linier (scoping Data koleksi - analisis - Draft rencana - persetujuan - rencana akhir), pertanyaan-pertanyaan baru dan informasi sering terjadi terlambat dalam proses, membutuhkan iterasi tambahan dan penyesuaian.
Perencana harus berusaha untuk bersikap objektif dan adil.
Perencana kadang-kadang menghadapi kritik tidak layak karena kebingungan tentang peran mereka. Tetapi peran perencana 'adalah untuk membantu masyarakat menentukan preferensi sendiri dan mengembangkan tanggapan yang tepat, mirip dengan dokter yang menyarankan pasien tentang bagaimana menjadi sehat, dan penasehat keuangan yang membantu investor mengelola kekayaan mereka
Perencana harus sering pergeseran antara konsep-konsep umum dan aplikasi khusus.
Perencana perlu banyak keterampilan, termasuk kemampuan untuk:
·         Akurat, kritis dan obyektif mengevaluasi masalah.
·         Mengumpulkan dan menganalisis data.
·         Menerapkan konsep umum untuk situasi tertentu.
·         Mengelola proses kompleks.
·          Berkomunikasi masalah yang kompleks dengan berbagai jenis orang.
·         Dengarkan dengan hormat.
Perencanaan adalah kegiatan sosial - melibatkan orang. Sukses membutuhkan perencanaan yang efektif keterlibatan pemangku kepentingan. Perencana harus disiapkan untuk bekerja dengan orang dari beragam latar belakang, minat dan kemampuan.
Perencana mengelola sumber daya, seperti orang, waktu, uang, tanah, dan infrastruktur. hal ini berguna untuk hati-hati mengidentifikasi sumber daya, kendala dan konflik.
Perencanaan cenderung berkembang dari waktu ke waktu, dengan isu-isu baru dan alat. Perencana pintar merangkul isu-isu baru dan praktek - menjadi ahli lokal pada masalah perencanaan baru bisa menjadi langkah karir yang baik!
KONSEP PERENCANAAN
Kerangka Kerja Perencanaan
Kerangka perencanaan mendefinisikan struktur perencanaan proses dasar. ini biasanya mencakup komponen-komponen berikut.
ü  Prinsip - Aturan dasar atau konsep yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
ü  Visi - Suatu gambaran umum tentang hasil yang diinginkan dari proses perencanaan.
ü  Masalah - Kondisi yang tidak diinginkan dikurangi (dipecahkan, dikurangi atau kompensasi).
ü  Tujuan - Suatu kondisi yang diinginkan umum untuk dicapai, biasanya terlalu umum untuk menjadi diukur, seperti kekayaan, kesetaraan kesehatan, dan kebebasan.
ü  Tujuan - spesifik, cara-cara kuantitatif berpotensi untuk mencapai tujuan, seperti peningkatan pendapatan dan kegiatan ekonomi, crash berkurang, dan meningkatkan aksesibilitas untuk non-driver.
ü  Sasaran atau standar - tingkat kuantitatif tujuan yang akan dicapai, seperti khususnya peningkatan pendapatan atau pengurangan tingkat kecelakaan. Standar kadang-kadang disyaratkan oleh hukum atau peraturan, seperti persyaratan parkir minimal dalam kode zonasi.
ü  Indikator kinerja - cara praktis untuk mengukur kemajuan menuju tujuan, seperti spesifik definisi pendapatan, tingkat kecelakaan, dan aksesibilitas.
ü   Rencana - Sebuah skema atau serangkaian tindakan. Ini mungkin sebuah strategis (umum dan luas) atau  tindakan (spesifik dan sempit) rencana.
ü  Pilihan - Kemungkinan cara untuk mencapai suatu tujuan atau solusi untuk masalah.
ü  Kebijakan atau strategi - Sebuah tindakan dilaksanakan oleh yurisdiksi atau organisasi.
ü  Program - Satu set khusus tujuan, tanggung jawab dan tugas-tugas dalam sebuah organisasi.
ü   Tugas atau tindakan - Suatu hal yang spesifik yang akan dicapai.
ü  Ruang Lingkup - Kisaran (wilayah, orang, waktu, kegiatan, dll) untuk dimasukkan dalam proses.
ü   Kriteria evaluasi - Dampak (biaya dan manfaat) dipertimbangkan dalam analisis.
ü  Metodologi Evaluasi - Proses menilai dan membandingkan pilihan, seperti biaya  efektivitas, keuntungan / biaya, analisis biaya siklus hidup atau.
KONSEP AKSESIBILITAS

Aksesibilitas (juga disebut akses atau kemudahan) mengacu pada kemampuan untuk mencapai yang diinginkan barang, jasa, kegiatan, dan tujuan (bersama-sama disebut peluang). Sebagai contoh, tangga menyediakan akses ke rak yang tinggi, toko menyediakan akses ke barang, dan perpustakaan atau perangkat telekomunikasi menyediakan akses ke informasi. Berjalan, bersepeda, ridesharing dan angkutan umum menyediakan akses ke pekerjaan, jasa dan kegiatan lainnya. Akses adalah tujuan akhir dari transportasi paling, kecuali bagian kecil dari perjalanan di mana Gerakan adalah tujuan itu sendiri, (misalnya, jelajah, perjalanan kereta api bersejarah, menunggang kuda, joging).
Empat faktor umum mempengaruhi aksesibilitas fisik:
1.      Mobilitas, yaitu, gerakan fisik. Mobilitas dapat diberikan dengan berjalan, bersepeda, angkutan umum, ridesharing, taksi, mobil, truk dan mode lainnya.
2.      Sistem transportasi Konektivitas, yang mengacu pada keterus-link dan kepadatan sambungan di jalan atau jaringan jalan.
3.      Mobilitas Pengganti, seperti telekomunikasi dan jasa pengiriman. ini dapat menyediakan akses ke beberapa jenis barang dan kegiatan, terutama yang melibatkan informasi.
4.      Pemanfaatan Lahan, yaitu, distribusi geografis dari kegiatan dan tujuan. ketika nyata real ahli mengatakan "lokasi, lokasi, lokasi" mereka berarti "aksesibilitas, aksesibilitas, aksesibilitas. "
Multi-modal perencanaan memperluas ruang lingkup solusi yang dapat diterapkan untuk transportasi masalah. Jika perencanaan hanya mempertimbangkan akses mobil, hampir-satunya solusi untuk masalah kemacetan ini adalah untuk memperluas jalan, dan hampir satu-satunya solusi untuk transportasi inaffordability adalah untuk mensubsidi mengemudi. Sebuah definisi yang lebih luas memungkinkan solusi lain untuk menjadi dipertimbangkan, seperti perbaikan moda alternatif, meningkatkan hubungan antara mode, mobilitas pengganti seperti telecommuting, dan kebijakan yang meningkatkan penggunaan lahan aksesibilitas juga harus dipertimbangkan perbaikan transportasi.
Hal ini penting untuk berhati-hati menentukan tujuan dan sasaran. Lebih luas didefinisikan tujuan memperluas jangkauan solusi yang mungkin. Sebagai contoh, mendefinisikan tujuan transportasi di hal aksesibilitas daripada mobilitas memungkinkan perubahan penggunaan lahan dan perbaikan telekomunikasi untuk dipertimbangkan serta peningkatan mobilitas.
Rencana harus sejelas mungkin. Hal ini umumnya lebih mudah untuk mengidentifikasi yang diinginkan arah perubahan ("masyarakat kebutuhan perumahan lebih terjangkau") maka yang optimal besarnya perubahan ("Masyarakat perlu 1.000 unit rumah tambahan yang mengakomodasi rumah tangga berpendapatan rendah "). Perencana harus bertanya pada diri sendiri, bagaimana kita tahu kapan kita sudah cukup, dan bagaimana kita tahu kapan kita sudah terlalu jauh?

PERMINTAAN PENAWARAN

Permintaan Transportasi mengacu pada jumlah dan jenis orang bepergian akan memilih dalam kondisi tertentu, mengambil faktor-faktor seperti kualitas pilihan transportasi tersedia dan harga mereka. Memahami permintaan ini penting untuk perencanaan transportasi.Sebuah pertanyaan penting dalam perencanaan adalah sejauh mana sistem transportasi merespon konsumen menuntut. Sebagai contoh, mobil wisata dibagi modus tinggi dapat hasil dari:
·         Otomotif unggul wisata kinerja. Konsumen memiliki pilihan yang layak (mereka bisa berjalan, sepeda dan menggunakan angkutan umum) tetapi lebih suka mengemudi untuk sebagian besar perjalanan.
·         Automobile perjalanan prestise. Konsumen memiliki pilihan yang layak namun sering malu untuk menggunakannya, dan jadi pilihlah mengemudi untuk sebagian besar perjalanan.
·         Kurangnya alternatif. Praktek perencanaan yang menyimpang telah mengurangi kuantitas dan kualitas mode alternatif, sehingga berjalan, bersepeda dan angkutan umum tidak tersedia bahkan ketika mereka biaya lebih efektif daripada alternatif yang ada atau konsumen rela membayar biaya marjinal.
·         Mis-harga. Karena biaya kendaraan yang paling adalah tetap atau eksternal, konsumen setelah membeli mobil mereka merasa bahwa mereka harus menggunakan itu, dalam rangka untuk mendapatkan nilai uang mereka. Sebagai Akibatnya, konsumen berkendara alternatif yang lebih dan menggunakan kurang dari adalah opsional keseluruhan. Dijelaskan berbeda, konsumen kurangnya opsi penentuan harga yang efisien, seperti parkir mengikat dan berdasarkan jarak asuransi.
EKONOMI EVALUASI

Evaluasi ekonomi mengacu pada berbagai metode untuk mengukur dan membandingkan nilai  sumber daya atau kegiatan (DFT 2006; Litman 2001). Evaluasi ekonomi harus menunjukkan distribusi biaya dan manfaat, dan tingkat pilihan yang cenderung mencapai atau bertentangan dengan tujuan ekuitas. Ekuitas horizontal mengasumsikan bahwa setiap orang harus diperlakukan sama.  Ekuitas vertikal mengasumsikan bahwa secara fisik, orang yang kurang beruntung secara ekonomi atau sosial  harus disukai dibandingkan dengan orang yang relatif diuntungkan. Berikut ini adalah cara-cara tertentu  untuk mengevaluasi ekuitas kebijakan transportasi dan program.
·         Memperlakukan setiap orang sama. Sebuah kebijakan tidak mendukung satu kelompok sewenang-wenang atas orang lain.
·         Pengguna-Pays Prinsip. Individu menanggung biaya mereka memaksakan kecuali subsidi secara khusus  dibenarkan.  Progresif sehubungan dengan pendapatan
·          Rumah tangga berpendapatan rendah-manfaat relatif terhadap higherincome  rumah tangga.
·         Manfaat transportasi yang kurang beruntung. Manfaat orang cacat, non-driver, orang  yang tidak mampu membeli mobil, dll
·         Meningkatkan mobilitas dasar. Membantu memenuhi mobilitas dasar (perjalanan bahwa masyarakat menganggap berharga).
Secara umum, evaluasi harus mempertimbangkan semua dampak, bahkan mereka yang sulit untuk  mengukur. Jika beberapa dampak tidak dapat menghasilkan uang, mereka harus dijelaskan dan dihitung  ke tingkat mungkin. Beberapa metode evaluasi, seperti Evaluasi Multiple Accounts  (MAE), gunakan rating dan sistem peringkat untuk mengevaluasi berbagai pilihan terhadap berbagai  tujuan, seperti yang diilustrasikan pada tabel di bawah ini. Peringkat dapat dikembangkan oleh teknis  ahli, survei publik atau sebuah komite penasihat. Banyak orang menganggap ini lebih mudah untuk  memahami dan lebih transparan dibandingkan analisis yang monetizes semua dampak.
REFERENSI UNIT
Unit referensi pengukuran unit dinormalisasi untuk memfasilitasi perbandingan. Umum unit referensi termasuk per tahun, per kapita, per mil, per perjalanan, per kendaraan dan per dolar. Yang unit referensi digunakan dapat mempengaruhi bagaimana masalah didefinisikan dan yang solusi dipilih (Litman, 2003).
Unit beberapa referensi sering digunakan untuk evaluasi transportasi program yang dijelaskan di bawah ini.
·         Biaya Per Kapita Annualized berguna untuk membandingkan proyek dan program dengan lainnya biaya, seperti biaya kepemilikan dan pengoperasian sebuah mobil.
·         Kendaraan mil unit mencerminkan perspektif lalu lintas yang nikmat perjalanan mobil dan mengabaikan dampak pada wisatawan menggunakan mode lainnya.
·         Penumpang mil unit mencerminkan mobilitas, yang nilai-nilai perjalanan mobil dan transit namun tidak nonmotorized mode karena mereka cenderung akan digunakan untuk perjalanan singkat.
·         Per-trip unit mencerminkan aksesibilitas, yang memberikan nilai sama dengan mobil, transit, bersepeda, berjalan dan telecommuting.
KETIDAKPASTIAN
Perencana membantu para pengambil keputusan membuat pilihan-pilihan yang adil dan rasional meskipun ketidakpastian. Kami dipaksa untuk bekerja dengan informasi terbaik yang tersedia, tahu bahwa itu adalah jarang lengkap dan kondisi masa depan tidak mungkin untuk memprediksi. Hal itu penting untuk ikuti panduan:
ü  Jelas mengakui keterbatasan informasi. Diskusikan informasi apa yang diinginkan, kuantitas dan kualitas informasi yang tersedia, dan cara bahwa kendala informasi dapat Bias pengambilan keputusan. Sebagai contoh, perencana mungkin mengatakan bahwa perkembangan diproyeksikan atau permintaan transportasi didasarkan pada ekstrapolasi tren masa lalu dan mungkin tidak akurat jika populasi atau pola-pola pertumbuhan ekonomi, atau preferensi konsumen, perubahan.
ü  Melacak penelitian saat ini. Perencana tidak perlu melakukan penelitian sendiri, tapi mereka harus mencoba untuk tetap informasi tentang perkembangan baru di bidang mereka. Sebagai contoh, saat ini ada penelitian yang cukup besar mengenai hubungan antara penggunaan lahan pola dan aktivitas perjalanan, dan oleh karena itu dampak bahwa kebijakan pertumbuhan pintar terhadap berapa banyak dan bagaimana orang-orang wisata. Seorang perencana yang bekerja dengan isu-isu ini harus mencoba untuk lagu penelitian saat ini dan sumber informasi yang baik tentang mata pelajaran ini.
ü  Melaksanakan rencana kontingensi berbasis. Perencana sering diminta untuk melakukan yang mustahil: untuk memprediksi masa depan jangka panjang. Saya banyak situasi yang tepat untuk membangun fleksibel rencana yang disesuaikan dari waktu ke waktu sebagai informasi lebih lanjut tersedia. Sebagai contoh, kontinjensi berbasis rencana pengelolaan parkir bisa mulai dengan menerapkan satu set strategi, dengan daftar strategi tambahan yang dapat diterapkan jika diperlukan dalam masa depan.

GENERIK PROSES PERENCANAAN
Di bawah ini adalah proses perencanaan generik yang paling cocok untuk pengambilan keputusan, dari mengorganisir sebuah pihak untuk mengembangkan jaringan transportasi yang komprehensif. Hal ini dapat disesuaikan untuk mencerminkan kebutuhan situasi tertentu.
Generik Proses Perencanaan
1.      Membangun kerangka perencanaan dasar, termasuk ruang lingkup, stakeholder, jadwal, dll
2.      Mintalah masukan dari stakeholder untuk berbagi ide dan keprihatinan.
3.      Buat pernyataan visi, tujuan atau masalah.
4.      Mengembangkan daftar pilihan yang mungkin (juga disebut solusi) dengan menggunakan berbagai informasi sumber daya (brainstorming, publikasi, situs web, ahli, dll).
5.      Mengevaluasi dan memprioritaskan pilihan dari yang terbaik hingga terburuk.
6.      Buat Rencana yang mengidentifikasi siapa melakukan apa, kapan dan bagaimana. Ini mungkin termasuk jangka panjang rencana strategis, dan jangka pendek rencana aksi. Ini mungkin termasuk pilihankontinjensi yang hanya dilaksanakan jika diperlukan oleh kondisi masa depan.
7.      Mengumpulkan data dasar (data yang dikumpulkan sebelum rencanadilaksanakan).
8.      Melaksanakan kebijakan dan program.
9.      Mengevaluasi program (mengumpulkan data setelah program dilaksanakan untukmenentukan apakah mencapai tujuan seperti yang diharapkan).
10.  Merevisi rencana yang sesuai.
Keterlibatan publik
Keterlibatan publik sering merupakan komponen penting dari perencanaan. Hal ini memungkinkan berencana untuk menjadi dipandang dari berbagai perspektif, yang dapat membantu   mengidentifikasimasalah potensial awal proses, dan membantu mendapatkan dukungan untuk pelaksanaan rencana itu(Schively, et al. 2008; PPS 2008). Sebuah proses perencanaan masyarakat kadang-kadang disebutsebuah charrette.
Penggunaan Lahan Dan Masalah Perencanaan Transportasi
Permukaan bumi, disebut lanskap, adalah sumber daya yang unik dan berharga.Pemanfaatan Lahan (juga disebut Pengembangan Lahan dan Pengembangan Tata Ruang) mengacu pada bagaimana lanskap yang diobati, termasuk lokasi dan desain bangunan, sarana transportasi, taman dan peternakan. Kategori lahan utama menggunakan tercantum di bawah ini.
Dibangun Lingkungan
         Residensial (perumahan tunggal dan multi-keluarga)
         Komersial (toko dan kantor)
         Kelembagaan (sekolah, kantor publik, dll)
         Industri
         Transportasi fasilitas (jalan, parkir, trotoar, dll)
         Plazas / taman kota
         brownfields (tua, fasilitas yang tidak terpakai dan kurang dimanfaatkan)
Ruang hijau
         Parkland
         Pertanian
         Hutan dan tanah yang belum dikembangkan lainnya
         Pergeseran Garis Pantai
Pola penggunaan lahan dapat dievaluasi berdasarkan atribut berikut:
         Kepadatan - jumlah orang, pekerjaan atau unit perumahan di suatu daerah.
         Campur - apakah jenis penggunaan yang berbeda tanah (komersial, perumahan,dll) berada bersama-sama.
         Clustering -apakah tujuan terkait terletak bersama-sama (misalnya, pusatkomersial, perkotaan desa, cluster perumahan, dll).
         Konektivitas - jumlah koneksi dalam sistem jalan dan jalan.
         Permukaan tahan - lahan yang tertutup oleh bangunan dan trotoar, juga disebutjejak. Greenspace - bagian tanah dikhususkan untuk kebun, taman, peternakan, hutan, dll
         Aksesibilitas - kemampuan untuk mencapai kegiatan yang diinginkan dan tujuan
          aksesibilitas Nonmotorized - kualitas berjalan dan bersepeda kondisi.
Tanah gunakan atribut dapat dievaluasi pada berbagai skala:
         Situs - sebuah paket, individu bangunan, fasilitas atau kampus.
          Jalan - bangunan dan fasilitas di sepanjang jalan tertentu atau bentangan jalan.
         Lingkungan atau pusat - daerah yang walkable, biasanya kurang dari satu milpersegi.
         Lokal - area geografis yang kecil, sering terdiri dari beberapa lingkungan.
         Kota - yurisdiksi kota atau kota.
         Wilayah - wilayah geografis di mana warga berbagi layanan dan pilihan pekerjaan.Sebuah wilayah metropolitan biasanya terdiri dari satu atau lebih berbagai kota dan pinggiran kota, lebih kecil komersial pusat, dan sekitarnya semi pedesaan.
Wilayah geografis sering kategori dalam cara berikut:
         Perkotaan - kerapatan yang relatif tinggi (5 + perumahan unit per hektar kotor),penggunaan lahan campuran, dengan multimoda transportasi (biasanya meliputi berjalan, bersepeda, angkutan umum, mobil dan taksi layanan).
         Suburban - kepadatan sedang (2-10 penduduk, unit rumah 1-5 per hektar), lahanterpisah menggunakan, dan sistem transportasi mobil-dependen.
         Kota - kota-kota kecil (umumnya kurang dari 20.000 penduduk).
          Desa - Kecil pusat perkotaan (umumnya kurang dari 1.000 penduduk).
         Exurban - kepadatan rendah (kurang dari 1 rumah per hektar), sebagian besarpeternakan dan tanah yang belum dikembangkan, terletak cukup dekat ke kota bagi warga untuk perjalanan dan jasa digunakan di sana.
          Pedesaan - kepadatan rendah (kurang dari 1 rumah per hektar), sebagian besarpeternakan dan tanah yang belum dikembangkan, dengan relatif independen mengidentifikasi dan ekonomi.
         Greenspace (juga disebut Openspace) - lahan biologis aktif seperti kebun, taman,peternakan,
hutan, dll

Tabel sprawl 6 Membandingkan danPertumbuhan Pintar ("Pertumbuhan Pintar,"VTPI, 2006)
Atribut
Terkapar
smart Pertumbuhan
Kepadatan
Dengan kepadatan rendah
Tinggi-kepadatan.
pola pertumbuhan
Pinggiran kota (greenfield) pembangunan.
Infill (brownfield) pembangunan.
Penggunaan lahan campuran
Tanah homogen menggunakan.
Campuran penggunaan lahan.
Skala
Skala besar. Bangunan yang lebih besar, blok dan lebar jalan. Detail kecil karena orang mengalami lanskap di kejauhan, sebagai pengendara.
Manusia skala. Kecil bangunan, blok dan
jalan. Lebih desain detail untuk pejalan kaki.
Transportation
Mobil-berorientasi transportasi, buruk
cocok untuk berjalan, bersepeda dan transit.
Multi-modal transportasi yang mendukung
berjalan, bersepeda dan menggunakan angkutan umum.
desain jalan
Jalan dirancang untuk memaksimalkan kendaraan bermotor
volume lalu lintas dan kecepatan.
Jalan dirancang untuk mengakomodasi berbagai
kegiatan. Lalu lintas menenangkan.
perencanaan
proses
Terencana, dengan koordinasi antara
yurisdiksi dan stakeholder.
Direncanakan dan dikoordinasikan antara yurisdiksi
dan stakeholder.
ruang publik
Penekanan pada ranah privat (meter, belanja
mal, komunitas gated, klub swasta).
Penekanan pada ranah publik (trotoar,
taman, gedung-gedung publik, transit layanan).
Tabelini membandingkan gepeng danpola penggunaan lahan Pertumbuhan Smart
Transportasi dan keputusan penggunaan lahan mempengaruhi satu sama lain. Lebihterkapar, automobiledependent pola lahan meningkatkan penggunaan per kapita perjalanan kendaraan.Penggunaan lahan pertumbuhan pintar pola yang lebih mudah diakses dan multi modal, dan cenderung mengurangi perjalanan kendaraan. Kebijakan yang mendorong terkapar dan pertumbuhan cerdas dikontraskan di bawah ini.
mendorong sprawl
 Kapasitas maksimum jalan dan kecepatan.
 pasokan parkir Pemurah.
 retribusi jalan dan pajak rendah bahan bakar.
 Miskin berjalan dan kondisi bersepeda.
 layanan publik angkutan Inferior.
 Tinggi tarif angkutan umum.
Mendorong Pertumbuhan Pintar
 Transit layanan perbaikan.
 tarif publik lebih terjangkau transit.
 Pedestrian dan perbaikan bersepeda.
 Mengurangi pasokan parkir dengan manajemen parkir.
 Jalan dan harga parkir.
 Lalu Lintas menenangkan dan pengurangan lalu lintas kecepatan.
Smart Pertumbuhan Praktek (USEPA 2006; SGN2006)
 Perencanaan strategis.
Membangun visi komunitas yang komprehensif yangtransportasi individu dan kebijakan penggunaan lahan dan keputusan perencanaan harus mendukung.  Mendorong pengembangan kompak. Mendorong pengembangan yang lebih tinggikepadatan, khususnya di wilayah perkotaan atau pusat kegiatan yang ada dekat, seperti pusat kota, pusat komersial dan transit stasiun.
 Buat lebih mandiri masyarakat.
 Cari lahan berbagai kompatibel menggunakanberdekatan sehingga orang dapat menghubungi layanan yang umum digunakan oleh kendaraanberjalan atau perjalanan pendek. Sebagai contoh, mengembangkan sekolah, toko dan fasilitas rekreasi di atau berdekatan dengan wilayah pemukiman. campuran tanah menggunakan biji-bijian terbaik di layak.  Mendorong campuran tipe perumahan dan harga. Mengembangkan perumahan yang terjangkau di dekat lapangan kerja, komersial dan pusat pusat transportasi. Dukungan suite kedua, apartemen di atastoko, Lofts, lokasi-efisien hipotek dan inovasi-inovasi perumahan yang terjangkau.
 Foster khas, masyarakat yang menarik dengan rasa yang
kuat tempat. Mendorongfisik lingkungan yang menciptakan rasa kebanggaan warga dan kohesi masyarakat, termasuk menarik ruang publik, berkualitas tinggi elemen arsitektur dan alam yang mencerminkan fiturunik dari masyarakat, pelestarian sumber daya budaya dan lingkungan khusus, dan tinggi standar pemeliharaan dan perbaikan.
 Memaksimalkan Pilihan Transportasi. 
Dukungan transportasi keragaman, termasuk berjalan,  bersepeda, ridesharing transit, umum, Delivery Services dan Telework.

 Meningkatkan kondisi perjalanan nonmotorized. 
Mendorong berjalan danbersepeda dengan meningkatkan trotoar, jalan dan penyeberangan, dengan menenangkan lalu lintas, dan dengan menyediakan fasilitas jalan (pohon, awning, bangku, pejalan kaki berorientasi pencahayaan, dll).
 Mendorong pengembangan berorientasi Transit. 
Meningkatkan  densitaspembangunan dalam jarak berjalan jarak (0,25 0,50 mil) dari stasiun transit yang kapasitas tinggi dan koridor, dan menyediakan tinggi kualitas fasilitas pejalan kaki dan bersepeda di daerah tersebut.
 Maksimalkan konektivitas. 
Buat jaringan yang terhubung baik jalan-jalan dan jalan, dengan singkat blok dan minim cul-de-kantung. Terus jalan-jalan sesempit mungkin, terutama diperumahan daerah dan pusat komersial. Gunakan manajemen lalu lintas dan lalu lintasmenenangkan untuk mengontrol kendaraan dampak daripada buntu dan de cul kantung.
 desain situs diakses. 
Mendorong bangunan yang berorientasi pada jalan-jalan kota, bukan berdiri di belakang parkir yang luas.
 Melaksanakan program manajemen mobilitas. 
Gunakan manajemen mobilitasuntuk mengurangi total kendaraan lalu lintas dan mendorong penggunaan cara-cara yang efisien.
 Mengelola parkir untuk efisiensi.
 Mendorong strategi manajemen parkir seperti berbagi, mengatur dan harga fasilitas parkir.
 Meningkatkan desain jalan untuk menciptakan jalan-jalan lengkap. 
Desain jalan untuk mengakomodasi efisien semua mode dan kegiatan seperti berjalan, bermain, belanja, dan acara khusus.
 Reformasi pajak dan tingkat utilitas. 
Struktur pajak properti, biaya pembangunan dan tingkat utilitas untuk mencerminkan biaya jasa lebih rendah publik pembangunan pengisi kompak.
 Pertahankan greenspace. 
Pertahankan ruang terbuka, terutama daerah dengantinggi ekologis dan rekreasi nilai. Pembangunan saluran ke daerah-daerah yang sudah terganggu.
PERENCANAAN KEBERLANJUTAN
Keberlanjutan menekankan sifat terintegrasi dari aktivitas manusia dan karenanya memerlukan untuk menyeimbangkan  tujuan ekonomi, sosial dan lingkungan. Minat keberlanjutandapat dianggap sebagai reaksi yang terlalu khusus pengambilan keputusan berfokus pada mudah diukur tujuan dan dampak, sementara mengabaikan mereka yang tidak langsungatau lebih sulit untuk mengukur. Perencanaan keberlanjutan memerlukan analisis yang komprehensifbahwa account untuk semua dampak yang signifikan, termasuk yang jauh dalam ruang dan waktu. Ia berusahauntuk pembangunan (peningkatan kualitas) daripada pertumbuhan (kuantitas meningkat), dan mengakuisumber daya kendala dan risiko ekologis seperti deplesi bahan bakar fosil, hilangnya habitat dan iklim perubahan. Perencanaan konvensional bertanya, "Apakah itu bekerja?" Perencanaan Keberlanjutan cenderung untuk bertanya "Apakah sesuai?" Artinya, apakah keputusan individu sesuai dengan keseluruhantujuan jangka panjang.
Keberlanjutan kadang kadang didefinisikan sempit, fokus pada sumber daya tertentudan beberapa ekologi risiko, seperti deplesi bahan bakar fosil dan perubahan iklim, tetapi itusemakin didefinisikan lebih luas untuk mencakup berbagai isu ekonomi, sosial danlingkungan.
Tabel 1  Keberlanjutan Isu
Ekonomi
Sosial
Lingkungan
efisiensi biaya
Pekerjaan dan kegiatan usaha
produktivitas
efisiensi sumber daya
keterjangkauan
pemerintah efisiensi
keadilan
kesehatan manusia
pendidikan
masyarakat
Kualitas hidup
Partisipasi Masyarakat
pencegahan polusi
perlindungan iklim
keanekaragaman Hayati
tindakan pencegahan
habitat pelestarian
estetika
Tabel ini berisi daftar berbagai isu keberlanjutan.
Praktik Terbaik Bantuan berikut mencapai perencanaan yang  efektif  (Lockwood 2004).
·         Perencanaan harus diintegrasikan, sehingga individu, keputusan jangka pendekkonsisten dengan lebih luas, tujuan strategis.
·         Analisis harus bersifat komprehensif, yang mencerminkan semua perspektif yang signifikan, dampak dan tujuan. Sebuah berbagai pilihan dan dampak harus dipertimbangkan.
·         Perencana harus obyektif, adil dan hormat
·          Asuransikan keterlibatan publik yang memadai. Pemangku kepentingan  harus terus diberi informasi dan memiliki peluang untuk keterlibatan.
·         Jelas mendefinisikan tujuan (apa yang Anda akhirnya ingin), dan secara teraturmeninjau kembali pertanyaan, "apa tepatnya kita capai? "
·         Proses perencanaan harus dipahami oleh semua pemangku kepentingan, dengan visi jelas atau pernyataan masalah, tujuan, sasaran, kriteria evaluasi dan indikator kinerja.
·         Pertimbangkan berbagai solusi yang mungkin termasuk beberapa  yang awalnya mungkin tampak tidak realistis tetapi bisa tepat sebagai bagian dari suatu program terpadu. Mendukung inovasi:mengakui bahwa beberapa strategi baru gagal, tetapi bahkan eksperimen tidak berhasil memberikan informasi yang berguna.
·         Mengidentifikasi sumber daya, kendala, dan konflik. Menarik perhatian padamasalah potensial.
·         Membuat hasil yakin adalah comprehendible untuk audiens yang dituju,menggunakan bahasa yang sesuai dan informasi visual (grafik, peta, gambar, dll). Sorot perbedaan antara pilihan.
·          Mengidentifikasi dan menghindari solusi tanda yang gagal untuk benar benarmengatasi masalah. Tindakan sederhana dapat tepat jika itu adalah awal tapi bukan akhir dari solusi yang lebih substansial.
·         Bersiaplah untuk kemunduran. Sebuah proses perencanaan kadang kadangawalnya gagal, tetapi berhasil jika diulang karena perubahan keadaan, pemahaman dan komitmen pemangku kepentingan yang lebih.
·         Perubahan harus dilaksanakan sebagai diramalkan dan secara bertahap mungkin.
·         Saat yang tepat menggunakan kontingensi perencanaan berbasis, yangmengidentifikasi berbagai potensi solusi dan menerapkan strategi yang paling efektif-biaya dibenarkan pada setiaptitik waktu, dengan strategi tambahan yang tersedia untuk penyebaran cepat jika diperlukan di masa depan.
Kontinjensi Berbasis Perencanaan
Perencanaan Kontinjensi Berbasis berhubungan dengan ragu-ragu dengan mengidentifikasi respon khusus untuk masa depan mungkin kondisi. Sebuah rencana kontingensi berbasis terdiri dari berbagai pernyataan jika-maka yang menentukan solusi yang akan digunakan sebagai dibutuhkan: jika terjadi masalah tertentu maka kita akan menerapkan satu set solusi, dan jika mereka terbukti tidak cukup maka kita akan menerapkan paket tambahan. Sebagai contoh, sebuah kontingensi berbasis
Parkir rencana awalnya mungkin mengizinkan pengembang untuk membanguntempat parkir lebih sedikit daripada yang biasanya diperlukan asalkan mereka mengidentifikasi solusi yang akan diimplementasikan jika yang membuktikan tidak memadai.
Kontinjensi perencanaan berbasis mengakui bahwa masa depan tidak mungkinuntuk memprediksi dan kondisi dapat berubah, dan sehingga sering terbaik untuk menerapkan solusi yang fleksibel dan responsif. Karena solusi tersebut hanya diterapkan jika benar benar diperlukan dan dapat disesuaikan untuk mencerminkankondisi masa jdepan, ini biasanya yang paling efisien. Kontinjensi perencanaan berbasis sangat penting ketika mencoba solusi inovatif, dan ketika kondisi masa depan yang tidak pasti atau variabel, seperti selama periode pertumbuhan cepat dan ekonomi mengubah, atau untuk menangani acara khusus dan bencana.