Kamis, 15 Desember 2011

TRANSPORTASI UMUM & FASILITAS TRANSPORTASI


KERUSAKAN PERMUKAAN JALAN

1.      Jelaskan sebab-sebab yang dapat mengakibatkan kerusakan pada jalan ?
Jawab :
a.       Lalu lintas  yang dapat berupa peningkatan beban kendaraan yang melewati jalan yang tidak sesuai dengan berat rencana dan repetisi beban.
b.      Air, dapat berasal dari hujan, sistem drainase jalan yang tidak baik mengakibatkan genangan sehingga perekat aspal lama kelamaan akan renggang dan menyebabkan pelepasan butiran pada jalan dan naiknya air dengan sifat kapilaritas
c.       Material kontruksi perkerasan, dapat disebabkan karena sifat material atau sistem pengolahan yang tidak baik
d.      Iklim, curah hujan yang tinggi dan suhu udara yang panas dapat menyebabkan kerusakan jalan
e.       Kondisi tanah dasar yang tidak stabil
f.       Proses pemadatan di atas lapisan tanah dasar yang kurang baik
2.      Sebutkan jenis-jenis kerusakan pada perkerasan lentur ?
Jawab :
a.       Retak (Cracking)
b.      Distorsi (distortion)
c.       Cacat permukaan (disintegretion)
d.      Pengausan (polished aggregate)
e.       Kegemukan (bleeding or flushing)
f.       Penurunan pada bekas penanaman utilitas (utility cut depression)
3.      Jelaskan penyebab terjadinya retak pinggir pada jalan raya dan menurut kmu cara perbaikan yang dilakukan ?
Jawab :
Penyebab terjadinya retak pinggir:
-          Tidak baiknya sokongan dari arah samping
-          Drainase jalan kurang baik
-          Terjadinya penyusutan tanah / settlement di bawah daerah tersebut
-          Akar tanaman yang tumbuh di tepi perkerasan
Perbaikan yang dlakuakn
-          Mengisi celah dengan campuran aspal cair dan pasir
-          Perbaikan drainase
-          Bahu jalan diperlebar dan dipadatkan
-          Jika pinggir perkerasan mengalami penurunan, elevasi dapat diperbaiki dengan mempergunakan hotmix
4.      Apakah yang perlu ditentukan dalam mengevaluasi kerusakan pada badan jalan ?
Jawab :
-          Jenis kerusakan  jalan
-          Tingkat kerusakan
-          Jumlah kerusakan\
5.      Sebutkan jenis-jenis distorsi dan penyebab umum terjadinya distorsi?
Jawab :
Jenis-jenis distorsi antara lain :
-          Distorsi alur terjadi pada lintasan roda sejajar dengan as jalan
-          Distorsi keriting merupakan yang terjadi melintang jalan
-          Distorsi sungkur merupakan deformasi plastis yang terjadi setempat, ditempat kendaraan berhenti, kelandaian curam dan tikungan tajam
-          Distorsi amblas terjadi setempat dengan atau tanpa retak
-          Distorsi jambul terjadi setempat dengan atau tanpa retak
Penyebab umum terjadinya distorsi
-          Lemahnya tanah dasar
-          Pemadatan yang kurang pada lapis pondasi
6.      Sebutkan penyebab terjadinya amblas pada badan jalan dan sebutkan pula cara perbaikan jika jalan terjadi amblas ?
Jawab :
Penyebab terjadi amblas
-          Badan kendaraan yang melebihi apa yang direncanakan
-          Pelaksanaan yang kurang baik
-          Penurunan bagian perkerasan dikarenakan tanah dasar mengalami settlement
Perbaikan yang harus dilakukan
-          Untuk amblas yg < 5 cm, bagian yang rendah di isi dengan bahan sesuai, seperti lapen, lataston, laston
-          Untuk amblas yang >5 cm, bagian yang amblas dibongkar dan lapis kembali dengan lapis yang sesuai
7.      Sebutkan penyebab terjadinya kerusakan retak kulit buaya pada badan jalan ?
Jawab :
-          Bahan perkerasan yang kurang baik
-          Pelapukan permukaan
-          Tanah dasar / lapisan perkerasan dibawahnya kurang stabil
-          Bahan lapis pondasi dalam keadaan jenuh air
8.      Apakah yang menyebab kan kerusakan distorsi alur pada badan jalan dan bagaimana cara perbaikan kerusakan jalan tsb?
Jawab :
Penyebab terjadinnya distorsi reetak pada jalan
-          Lapisan perkerasan yang padat, dengan demikian terjadi penambahan akibat repetisi beban lalu lintas pada lintasan roda
-          Campuran aspal panas dengan stabilitas rendah dapat menimbulkan deformasi plastis
Perbaikan yang di lakukan
-          Memberi lapisan tambahan dari lapis permukaan yang sesuai
9.      Sebutkan penyebab terjadinya keriting pada badan jalan  ?
Jawab :
-          Rendahnya stabilitas campuran yang berasal dari terlalu tingginya kadar aspal, terlalu banyak menggunakan agregat halus, agregat berbentuk bulat
-          Lalu lintas di buka sebelum perkerasan mantap (untuk perkerasan yang mempergunakan aspal cair)
10.  Sebutkan penyebab terjadinya retak refleksi pada badan jalan dan bagai mana cara penanggulangan atau perbaikan jika jalan mengalami kerusakan tersebut ?
Jawab :
Penyebab terjadinya retak refleksi
-          Ratak pada perkerasan lama tidak di perbaiki secara baik sebelum Overlay dilakukan
-          Gerakan vertikal / horisontal di bawah lapis tambahan sebagai akibat perubahan kadar air pada jenis tanah yang ekspansif
Perbaikan yang di lakukan
-          Mengisi celah dengan campuran aspal cair dan pasir untuk retak memanjang, melintang dan diagonal
-          Membongkar dan melapis kembali dengan bahan yang sesuai retak berbentuk kotak

 
PEMELIHARAAN JALAN KOTA
1.      Jelaskan  pengertian dari Pemeliharaan jalan ?
Jawab :
-          Pemeliharaan jalan adalah penangan jalan yang meliputi perawatan, rehabilitasi, penunjangan dan peningkatan sesuai dengan PP 26 tahun 1985 tentang jalan
2.      Ada beberapa pelaksanaan survei yang di lakukan pada jalan sebutkan dan jelaskan ?
-          Survey pendahuluan adalah survey awal guna mendapatkan informasi yang di perlukan dalam penentuan langkah-langkah selanjutnya seperti : survey geometrik , sruktur, kondisi jalan, pemanfaatan jalan, lalu lintas, dll
-          Survey infentarisasi adalah di maksudkan untuk mendapatkan data-data teknis dan non teknis jalan kota.
-          Survey lalu lintas adalah dimaksudkan untuk mendapatkan data lalu lintas yang meliputi data volume, komposisi kendaraan, frekuensi kendaraan dan arah perjalanan
-          Survey kecepatan kendaraan adalah untuk memberikan informasi kecepatan perjalanan kendaraan
3.      Hal – hal apakah yang di perhatikan dalam melakukan survey pada jalan ?
Jawab :
-          Kekasaran permukaan
-          Lubang – lubang
-          Retak – retak
-          Alur
-          Amblas

4.      Hal apakah yang perlu di perhatikan pada saat melakukan survey kondisi drainase ?
Jawab :
-          Saluran samping : ada / tidak ada , tersumbat / tidak tersumbat , teratur / tidak teratur, memadai / tidak memadai
-          Sambungan  : ada / tidak ada, rata / tidak rata, rusak / baik
-          Jalur pejalan kaki : ada / tidak ada , rata / tidak rata, rusak / baik.
-          Tepian / kereb : ada / tidak ada , rusak / baik
-          Bahu : terlalu tinggi / sama tinggi / terlalu rendah, miring / tidak rata, diperkeras / tidak diperkeras
5.      Sebutkan hal-hal yang dapat mengganggu aktifitas atau peranan jalan ?
Jawab :
-          Berjualan di trotoar dan di perkerasan
-          Bongkar muat barang atau menurun/naikan penumpang di sembarangan tempat
-          Pemberhentian angkutan umum di luar daerah yang di tentukan
-          Tidak memadainya jalan ke luar/masuk dari tempat parkir atau terminal
6.      Sebutkan lapisan-lapisan yang digunakan untuk perkerasan kaku ?
Jawab :
-          Lapis antara tanah dasar dan lapis permukaan di gunakanlapis pondasi bawah agregat dengan pengikat semen
-          Lapis permukaan yang berupa slab beton semen
7.      Jelaskan  pengertian dari Pemeliharaan jalan ?
Jawab :
Peningkatan jalan adalah penangan jalan guna memperbaiki pelayanan jalan yang berupa peningkatan struktural dan atau geometriknya agar mencapai tingkat pelayanan yang di rencanakan
8.      Jelaskan apa yang di maksud dengan pemeliharaan rutin ?
Jawab :
Pemeliharaan rutin adalah penangan yang di berikan hanya terhadap lapis permukaan yang sifatnya untuk meninkatkan kualitas berkendaraan (riding Quality), tanpa meningkatkan kekuatan struktural, dan dilakukan sepanjang tahun.
9.      Jelaskan apa yang di maksud dengan pemeliharaan berkala /
Jawab :
Pemeliharaan berkala adalah pemeliharaan yang dilakukan terhadap jalan pada waktu – waktu tertentu (tiidak menerus sepanjang tahun) dan sifatnya meningkatkan kemampuan struktural.
10.  Sebutkan sistem jaringan jalan yang ada di dalam kota ?
Jawab :
-          Sistem jaringan jalan primer
-          Sistem jaringan jalan sekunder
11.  Jelaskan perbedaan sistem jaringan jalan primer dengan sistem jaringan jalan sekunder ?
Jawab :
Sistem jaringan jalan primer disusun mengikuti ketentuan pengaturan tata ruang dan struktur pengembangan wilayah tingkat nasional yang menghubungkan antar kota sesuai dengan hierarkinya.
Sistem jaringan jalan sekunder di susun berdasarkan struktur kota yang ada dengan mengikuti ketentuan pengaturan tata ruang kota yang menghubungkan kawasan – kawasan yang mempunyai fungsi primer dan sekunder sesuai dengan hierarkinya.


12.  Sebutkan klasifikasi jalan menurut fungsi jalan tersebut ?
Jawab :
-          Arteri primer
-          Arteri sekunder
-          Kolektor sekunder
-          Lokal sekunder
13.  Sebutkan klasifikasi jalan menurut fungsinya dan pihak yang bertanggung jawab pada masing-masing jalan tersebut ?
Jawab :
1.      Kategori jalan nasional (Arteri primer dan Kolektor primer yang menghubungkan ibu kota propinsi ) di rencanakan oleh Mentri PU , dilaksankan oleh Mentri dan di biayai dari anggaran APBN dan / BLN
2.      Kategori jalan propinsi (Kolektor primer yang menghubungkan ibu kota propinsi ke kota kabupaten/kotamadya dan kolektor primer yang menghubungkan kota kabupaten kotamadya) di rencanakan oleh Mentri PU di laksanakan oleh PEMDA TK I dan di biayai dari anggaran APBD I / PJP dan atau BLN
3.      Kategori jalan Kabupaten (Kolektor primer di luar KPI – KP3) di rencanakan oleh Mentri PU di laksanakan oleh PEMDA TK II  dan di biayai dari anggaran APBD II / IPJK (Kab) dan atau BLN
4.      Kategori jalan Kotamadya (Kolektor sekunder dan lokal sekunder) di rencanakan oleh PEMDE TK II dan di laksanakan pula oleh PEMDA TK II dan di biayai dari anggara APBD II / IPJK (Kota) dan atau BLN


14.  Sebutkan lapisan-lapisan perkerasan pada perkerasan jalan lentur ?
Jawab :
-          Lapis pondasi bawah
-          Lapis pondasi atas
-          Lapis permukaan
-          Lapis aus
15.  Pada Jenis perkerasan lentur terdapat beberapa lapisan untuk lapisan paling bawah lapisan pondasi bawah jenis material apa yang dapat di gunakan sebutkan ?
Jawab :
Lapis pondasi bawah, dapat berupa tanah yang distabilisasi (semen, kapur, aspal, dan bahan kimia), lapis pondasi bawah agregat, dan lapis pondasi bawah agregat beraspal (laston bawah /ATSB)
16.  Sebutkan Lapisan-lapisan perkerasan pada perkerasan jalan kaku ?
Jawab :
-          CTSB  (Lapis pondasi bawah aggregat dengan pengikat semen
-          Slab beton semen
17.  Jelaskan tujuan dari perhitungan biaya konstruksi ?
Jawab :
Tujuan dari perhitungan biaya konstruksi adalah untuk mmengetahui dana yang harus dikeluarkan dalam rangka penyusunan program pemeliharaan jalan.
18.  Data-data apa saja yang di perlukan sebelum melakukan perhitungan biaya ?
Jawab :
-          Hitung volume pekerjaan untuk masing-masing item pekerjaan berdasarkan gambar teknis
-          Cari harga satuan pekerjaan dengan mangacu kepada harga satuan pekerjaan setempat atau harga satuan pekerjaan dari kontrak terakhir proyek di sekitarnya
-          Kalikan harga satuan pekerjaan dengan volume pekerjaan untuk mendapatkan biaya konstruksi
-          Untuk menghitung dana yang diperlukan maka tambahkanlah biaya perencanaan teknis (dalam hal masih diperlukan), biaya supervisi, dan biaya administrasi proyek ke dalam biaya konstruksi.
-          Bila dana proyek bersumber dari APBN maka nilai proyek yang ada di kalikan faktor 1.1 (untuk memasukan nilai PPN 10%)
19.  Jelaskan perbedaan antara data sekunder dan data primer ?
Jawab :
Data primer adalah data yang di dapatkan dengan cara melakukan survey langsung di lapangan
Data sekunder adalah data yang di daptkan dengan tidak melakukan survey lapangan, namun berupa pengumpulan data dari instansi-instansi yg terkait
20.  Sebutkan tahap penyusunan program dalam perencanaan jalan /
Jawab :
-          Konfirmasi klasifikasi fungsi jalan
-          Identifikasi permasalahan jalan
-          Survey detail jalan
-          Skala prioritas
-          Penentuan tebal perkerasan
-          Perkiraan biaya
-          Jadwal penanganan .